Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 109: Sunnahnya Makan Dengan Menggunakan Tiga Jari Dan Sunnahnya Menjilati Jari-jari Serta Kemakruhan Mengusap Jari-jari Sebelum Menjilatinya, Juga Sunnahnya Menjilati Piring Dan Mengambil Suapan Yang Jatuh Daripadanya Terus Memakannya, Juga Bolehnya Mengusap Jari-jari Sesudah Dijilati Pada Tangan, Kaki Dan Lain-lain Sebagainya

Posted by Ceros Rino on Jumat, 19 April 2013


Nomor: 744

Dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma,katanya:"Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda;

"Jikalau seseorang dari engkau semua makan sesuatu makanan, maka janganlah mengusap jari-jarinya sebelum menjilatnya - untuk mendapatkan keberkahan - atau menjilatkannya - kepada orang lain seperti kepada anaknya, muridnya dan lain-lain." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 745

Dari Ka'ab bin Malik رضي الله عنه, katanya: "Saya melihat Rasulullah صلی الله عليه وسلم makan dengan menggunakan tiga jari. Kemudian setelah beliau selesai lalu menjilatinya." (Riwayat Muslim)

Nomor: 746

Dari Jabir رضي الله عنه bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم menyuruh untuk menjilati jari-jari dan piring dan beliau bersabda: "Sesungguhnya engkau semua tidak mengetahui di makanan yang manakah terletaknya keberkahan itu." (Riwayat Muslim)

Nomor: 747

Dari jabir رضي الله عنه pula bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم, bersabda: "Jikalau suapan seseorang di antara engkau semua itu jatuh, maka singkirkanlah kotoran-kotoran yang menempel di situ dan kemudian hendaklah memakannya serta janganlah ditinggalkan untuk dimakan oleh syaitan. Jangan pula seseorang itu mengusap tangannya dengan saputangan sehingga ia menjilati jari-jarinya, sebab sesungguhnya ia tidak dapat mengetahui di makanan yang manakah terletaknya keberkahan itu." (Riwayat Muslim)

Nomor: 748

Dari Jabir رضي الله عنه pula, bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya syaitan itu mendatangi seseorang dari engkau semua dalam segala hal yang dilakukannya, sampaipun ia datang pula ketika ia makan. Maka jikalau suapan seseorang di antara engkau semua itu jatuh, maka hendaklah diambilnya lalu menyingkirkan kotoran yang menempel padanya dan selanjutnya hendaklah memakannya dan janganlah ditinggalkan untuk dimakan oleh syaitan. Kemudian apabila ia telah selesai, maka hendaklah menjilat jari-jarinya, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di makanan yang manakah terletaknya keberkahan itu." (Riwayat Muslim)

Nomor: 749

Dari Anas رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم itu apabila makan sesuatu makanan, maka beliau menjilati jari-jarinya yang tiga buah - yang digunakan untuk makan yakni ibu jari, telunjuk dan tengah - dan beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Jikalau suapan seseorang dari engkau semua itu jatuh, maka singkirkanlah kotoran-kotoran yang menempel di situ, selanjutnya hendaklah memakannya dan janganlah ditinggalkan untuk dimakan oleh syaitan."

Beliau صلی الله عليه وسلم juga menyuruh kepada kita supaya kita mengusap piring - lalu memakan sekali jikalau ada makanan yang ada di situ -dan beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya engkau semua tidak mengetahui di makanan yang manakah terletaknya keberkahan itu." (Riwayat Muslim)

Nomor: 750

Dari Said bin al-Harits bahwasanya ia bertanya kepada Jabir tentang hal apakah wajib berwudhu' karena makan sesuatu yang terkena oleh api - yakni yang dimasak dengan api - lalu ia menjawab: "Tidak, sungguh-sungguh kita dahulu yaitu di zaman Nabi صلی الله عليه وسلم tidak mendapatkan makanan yang dimasak dengan api itu kecuali sedikit sekali.Jikalau kita menemukan makanan itu, kita tidak mempunyai saputangan-saputangan - untuk mengusap selesai memakannya - melainkan yang ada ialah tapak-tapak tangan kita, lengan-lengan kita serta kaki-kaki kita - maksudnya tapak tangan, lengan dan kaki itulah yang digunakan untuk mengusap jari-jari setelah selesai makan, seterusnya kitapun lalu bersembahyang dan kita tidak berwudhu' lagi." (Riwayat Bukhari)

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 109: Sunnahnya Makan Dengan Menggunakan Tiga Jari Dan Sunnahnya Menjilati Jari-jari Serta Kemakruhan Mengusap Jari-jari Sebelum Menjilatinya, Juga Sunnahnya Menjilati Piring Dan Mengambil Suapan Yang Jatuh Daripadanya Terus Memakannya, Juga Bolehnya Mengusap Jari-jari Sesudah Dijilati Pada Tangan, Kaki Dan Lain-lain Sebagainya

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 108: Kemakruhan Makan Sambil Bersandar

Posted by Ceros Rino


Nomor: 742

Dari Abu Juhaifah yaitu Wahab bin Abdullah رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Saya tidak akan makan sambil bersandar - muttaki'." (Riwayat Bukhari)

Al-Khaththabi berkata: Almuttaki' di sini ialah orang yang duduk sambil bersandar pada kasur yang diletakkan di bawahnya." Katanya: "Orang itu bukannya berkehendak akan duduk di atas kasur atau bantal-bantal seperti kelakuan orang yang menghendaki untuk memperbanyakkan makanan, tetapi ia duduk sambil gelisah duduknya dan tidak tenang, juga makannya itu secukupnya belaka. Inilah yang diucapkan oleh al-Khaththabi.

Selain al-Khaththabi mengisyaratkan bahwasanya muttaki' ialah orang yang miring duduknya pada lambungnya yang sebelah. Wallahu a'lam.

Nomor: 743

Dari Anas رضي الله عنه, katanya: "Saya melihat Rasulullah صلی الله عليه وسلم makan kurma sambil duduk berjongkok." (Riwayat Muslim)

Almuq'i atau duduk berjongkok itu ialah merapatkan kedua pantatnya di bumi dan mendirikan kedua betisnya.

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 108: Kemakruhan Makan Sambil Bersandar

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 107: Perintah Makan Dari Tepi Piring Dan Larangan Makan Dari Tengahnya

Posted by Ceros Rino


Nomor: 740

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma dari Nabi صلی الله عليه وسلم, sabdanya:

"Keberkahan itu turun di tengah makanan, maka makanlah engkau semua dari kedua tepi makanan itu dan janganlah makan dari tengahnya."

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Nomor: 741

Dari Abdullah bin Busr رضي الله عنه, katanya: "Nabi صلی الله عليه وسلم mempunyai suatu tempat hidangan yang dinamakan Algharra' - artinya indah, dibawa oleh empat orang lelaki. Setelah mereka berada di waktu pertengahan siang serta telah melakukan shalat Dhuha, lalu didatangkanlah hidangan tadi -yakni telah diisikan roti didalamnya. Orang-orang sama berkumpul mengelilinginya. Setelah banyak jumlah mereka, Rasulullah صلی الله عليه وسلم duduk berlutut. Seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab - berkata: "Duduk cara apakah Tuan ini?" Rasulullah صلی الله عليه وسلم menjawab: "Sesungguhnya Allah membuat saya sebagai seorang hamba yang mulia dan tidak menjadikan saya seorang yang keras kepala serta berbuat kesalahan - dan berani menentang kebenaran." Selanjutnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda pula: "Makanlah dari sekitar tepi-tepinya saja dan tinggalkanlah puncaknya, tentulah diberikan keberkahan pada makanan itu."

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad yang baik.

Dzirwatuha artinya puncak atau bagian yang teratas sekali. Dibaca dengan kasrahnya dzal - seperti di atas - atau dengan dhammahnya - lalu berbunyi dzurwatuha.

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 107: Perintah Makan Dari Tepi Piring Dan Larangan Makan Dari Tengahnya

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 106: Apa-apa Yang Diucapkan Dan Dilakukan Oleh Orang Yang Makan Dan Tidak Sampai Kenyang

Posted by Ceros Rino


Nomor: 739

Dari Wahsyi bin Harb رضي الله عنه bahwasanya para sahabat Rasulullah صلی الله عليه وسلم berkata; "Ya Rasulullah, sesungguhnya kita semua ini makan dan tidak kenyang." Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Barangkali engkau semua berpisah-pisah - dalam makan itu." Mereka menjawab: "Ya." Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda lagi: "Maka dari itu berkumpullah engkau semua kepada makananmu itu dan sebutkanlah nama Allah - yakni bacalah Bismillah, tentu akan diberkahi dalam makanan itu." (Riwayat Abu Dawud)

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 106: Apa-apa Yang Diucapkan Dan Dilakukan Oleh Orang Yang Makan Dan Tidak Sampai Kenyang

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 105: Larangan Mengumpulkan Dua Buah Kurma Atau Lain-lainnya Jikalau Makan Bersama-sama Kecuali Dengan Izin Kawan-kawannya

Posted by Ceros Rino


Nomor: 738

Dari Jabalah bin Suhaim, katanya: "Kita semua terkena tahun peceklik beserta Ibnuz Zubair. Kemudian kita mendapat rezeki kurma. Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma berjalan melalui kita dan kita sedang makan, lalu ia berkata: "Jangan engkau semua mengumpulkan - yakni makan dua buah atau lebih dengan sekaligus, karena sesungguhnya Nabi صلی الله عليه وسلم melarang mengumpulkan itu." Kemudian ia melanjutkan katanya: "Kecuali kalau yang seorang itu mengizinkan saudaranya." (Muttafaq 'alaih)

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 105: Larangan Mengumpulkan Dua Buah Kurma Atau Lain-lainnya Jikalau Makan Bersama-sama Kecuali Dengan Izin Kawan-kawannya

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 104: Makan Dari Apa-apa Yang Ada Di Dekatnya, Menasihati Serta Mengajarkannya Budi Pekerti Pada Seseorang Yang Buruk Ketika Makan

Posted by Ceros Rino


Nomor: 736

Dari Umar bin Abu Salamah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya - pada ketika itu - adalah seorang anak yang ada di bawah pengawasan Rasulullah صلی الله عليه وسلم tanganku berputar-putar ke sekitar piring - kalau makan. Lalu Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda kepadaku: "Hai anak, ucapkanlah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa- apa yang dekat denganmu." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 737

Dari Salamah bin al-Akwa' رضي الله عنه bahwasanya ada seorang lelaki makan di sisi Rasulullah صلی الله عليه وسلم dengan tangan kirinya, lalu beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Makanlah dengan tangan kananmu." Orang itu menjawab: "Saya tidak dapat - makan dengan tangan kanan." Beliau lalu bersabda: "Engkau tidak dapat?" Tidak ada yang menyebabkan ia berbuat sedemikian itu kecuali karena kesombongannya. Maka ia tidak dapat mengangkatkan tangan kanannya ke mulut - untuk selama-lamanya sejak saat itu. (Riwayat Muslim)

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 104: Makan Dari Apa-apa Yang Ada Di Dekatnya, Menasihati Serta Mengajarkannya Budi Pekerti Pada Seseorang Yang Buruk Ketika Makan

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 103: Apa Yang Diucapkan Oleh Orang Yang Diundang Untuk Menghadhiri Jamuan Makanan Lalu Diikuti Oleh Orang Lain

Posted by Ceros Rino


Nomor: 735

Dari Abu Mas'ud al-Badri رضي الله عنه, katanya: "Ada seorang lelaki mengundang Nabi صلی الله عليه وسلم untuk menghadiri suatu jamuan makanan yang dibuat untuk beliau, sebagai seorang kelima dari lima orang yang diundang untuk itu. Tiba-tiba orang-orang yang diundang itu - diikuti oleh seseorang - yang tidak ikut diundang. Setelah beliau صلی الله عليه وسلم sampai di pintu, lalu beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Orang ini mengtkuti kita semua. Jadi jikalau engkau suka mengizinkan untuk ikut - biarlah ia ikut, tetapi jikalau engkau tidak menyukainya, biarlah ia kembali saja." Orang yang mengundang lalu menjawab: "Bahkan saya mengizinkannya, ya Rasulullah." (Muttafaq 'alaih)


More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 103: Apa Yang Diucapkan Oleh Orang Yang Diundang Untuk Menghadhiri Jamuan Makanan Lalu Diikuti Oleh Orang Lain

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 102: Apa-apa Yang Diucapkan Oleh Orang Yang Mendatangi Makanan Sedang Ia Berpuasa Dan Tidak Hendak Berbuka

Posted by Ceros Rino


Nomor: 734

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Apabila seseorang di antara engkau semua diundang - untuk menghadiri sesuatu jamuan makan, maka hendaklah mengabulkan undangan itu. Jikalau ia berpuasa, maka hendaklah ia berdoa sesuatu yang baik untuk keluarga yang mengundang itu -dan jikalau ia berbuka - yakni tidak berpuasa, maka hendaklah makan." (Riwayat Muslim)

Para alim ulama berkata: "Artinya fal yushalli ialah hendaklah berdoa - agar keluarga seisi rumah orang yang mengundang itu memperoleh pengampunan dan keberkahan. Adapun artinya fal-yath'am ialah hendaklah ia makan."

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 102: Apa-apa Yang Diucapkan Oleh Orang Yang Mendatangi Makanan Sedang Ia Berpuasa Dan Tidak Hendak Berbuka

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 101: Jangan Mencela Makanan Dan Sunnahnya Memuji Makanan

Posted by Ceros Rino




Nomor: 732

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم itu tidak pernah mencela samasekali pada sesuatu makanan. Jikalau beliau صلی الله عليه وسلم ingin pada makanan itu beliaupun memakannya dan jikalau tidak menyukainya, maka beliau tinggalkan - tanpa mengucapkan celaan padanya." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 733

Dari Jabir رضي الله عنه bahwasanya Nabi صلی الله عليه وسلم meminta lauk pauk kepada keluarganya, lalu mereka berkata: "Tidak ada yang kita punyai melainkan cuka. Beliau صلی الله عليه وسلم lalu memtntanya dan mulailah beliau makan serta bersabda: "Sebaik-baik iauk pauk ialah cuka, sebaik-baik Iauk pauk ialah cuka." (Riwayat Muslim)

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 101: Jangan Mencela Makanan Dan Sunnahnya Memuji Makanan

RIYADHUS SHALIHIN -Imam An-Nawawi- Bab 100: Kitab Adab-adab Makanan Mengucapkan Bismillah Pada Permulaan Makan Dan Alhamdulillah Pada Penghabisannya

Posted by Ceros Rino


Nomor: 724

Dari 'Amr bin Abu Salamah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda kepadaku:

"Ucapkanlah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang ada di dekatmu." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 725

Dari Aisyah رضي الله عنها, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Apabila seseorang dari engkau semua makan, maka hendaklah menyebutkan nama Allah Ta'ala - yakni mengucapkan Bismillah. Jikalau ia terlupa menyebutkan nama Allah Ta'ala pada permulaan makannya itu, maka hendaklah mengucapkan: "Bismillahi awwalahu wa akhirahu," artinya: Dengan nama Allah pada permulaan makan dan pada penghabisannya.

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dari Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Nomor: 726

Dari Jabir رضي الله عنه, katanya: "Saya mendengar Rasululiah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Apabila seseorang itu masuk rumahnya, lalu ia berzikir kepada Allah di waktu masuknya dan ketika makannya, maka syaitan berkata kepada kawan-kawannya: "Engkau semua tidak dapat memperoleh tempat bermalam serta makanan. Tetapi jikalau orang itu masuk lalu tidak berzikir kepada Allah Ta'ala ketika masuknya, maka syaitan berkata: "Engkau semua dapat memperoleh tempat bermalam." Selanjutnya jikalau orang tadi tidak pula berzikir kepada Allah Ta'ala ketika makannya, maka syaitan tadi berkata: "Engkau semua dapat memperoleh tempat bermalam serta makanan." (Riwayat Muslim)

Nomor: 727

Dari Hudzaifah رضي الله عنه, katanya: "Kita semua itu apabila mendatangi makanan bersama Rasululiah صلی الله عليه وسلم, maka kita tidak akan meletakkan tangan-tangan kita lebih dulu sebelum Rasulullah صلی الله عليه وسلم memulainya, lalu beliau meletakkan tangannya. Sesungguhnya kita semua pernah mendatangi makanan pada suatu ketika bersama beliau صلی الله عليه وسلم, lalu datanglah seorang jariah - wanita, mungkin seorang hamba sahaya atau seorang merdeka, seolah-olah ia dijorokkan - karena amat cepat jalannya, lalu ia maju untuk meletakkan tangannya pada makanan, kemudian Rasululiah صلی الله عليه وسلم mengambil tangannya - dilarang makan dulu. Seterusnya datang pulalah seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab, seolah-olah ia dijorokkan, lalu tangannya diambil pula oleh beliau صلی الله عليه وسلم Setelah itu Rasululiah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya syaitan itu mencari halalnya makanan itu apabila tidak disebutkan nama Allah Ta'ala atasnya - yakni tidak dibacakan Bismillah lebih dulu. Sebenarnya syaitan itu datang dengan membawa jariah ini untuk mencari halalnya makanan ini baginya, tetapi saya telah mengambil - yakni menahan - tangannya. Kemudian datang pulalah syaitan tadi dengan membawa orang A'rab ini untuk mencari halalnya makanan ini baginya, lalu saya ambil pula tangannya. Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya tangan syaitan itu ada di dalam genggaman tanganku int bersama kedua tangan orang yang kupegang ini."

Sesudah itu beliau صلی الله عليه وسلم menyebutkan nama Allah Ta'ala - yakni membaca Bismillah - lalu makan." (Riwayat Muslim)

Nomor: 728

Dari Umayyah bin Makhsyi as-Shahabi رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم - pada suatu ketika - duduk di situ ada seorang lelaki yang makan lalu tidak mengucapkan Bismillah, sehingga makanannya tidak tertinggal melainkan sesuap saja. Setelah orang itu mengangkatkan sesuatu yang tertinggal tadi di mulutnya, tiba-tiba ia mengucapkan: Bismillahi awwalahu wa akhirahu." Kemudian Nabi صلی الله عليه وسلم ketawa latu bersabda: "Tidak henti-hentinya syaitan tadi makan bersama orang itu. Tetapi setelah ia ingat untuk mengucapkan nama Allah - yakni setelah membaca Bismillah, maka syaitan tadi memuntahkan seluruh makanan yang telah ada dalam perutnya. (Riwayat Abu Dawud dan nasa'i)

Nomor: 729

Dari Aisyah radhiallahu'anha, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم -pada suatu ketika - hendak makan sesuatu makanan bersama enam orang sahabat-sahabatnya. Lalu datanglah seorang A'rab - penghuni pedalaman negeri Arab, kemudian makan makanan itu dalam dua kali suap saja. Rasulullah صلی الله عليه وسلم lalu bersabda: "Sesungguhnya saja andaikata orang ini suka membaca Bismillah - sebelum makannya tadi - niscaya makanan itu dapat mencukupi engkau semua pula -karena adanya keberkahan dalam makanan itu."

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Nomor: 730

Dari Abu Umamah رضي الله عنه bahwasanya nabi صلی الله عليه وسلم apabila mengangkat hidangannya - yakni setelah selesai makan - beliau صلی الله عليه وسلم mengucapkan - yang artinya: "Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, makanan yang suci serta diberkahi, tidak diremehkan serta tidak pula dianggap kurang berguna, ya Tuhan kita." (Riwayat Bukhari)

Nomor: 731

Dari Mu'az bin Anas رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Barangsiapa yang setelah selesai makan sesuatu makanan lalu mengucapkan - yang artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini padaku dan memberikan rezeki itu padaku tanpa adanya daya serta kekuatan daripadaku, maka diampunkanlah untuknya apa-apa yang telah terdahulu dari dosanya."

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

Riyadhus Shalihin

-Imam An-Nawawi-

More aboutRIYADHUS SHALIHIN -Imam An-Nawawi- Bab 100: Kitab Adab-adab Makanan Mengucapkan Bismillah Pada Permulaan Makan Dan Alhamdulillah Pada Penghabisannya

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 99: Sunnahnya Mendahulukan Anggota Yang Kanan Dalam Segala Sesuatu Yang Termasuk Dalam Bab Memuliakan (Yakni Karena Mulianya Anggota Kanan Itu) Misalnya Ketika Berwudhu', Mandi, Tayammum, Mengenakan Pakaian, Terumpah, Sepatu, Celana, Masuk Masjid, Bersiwak (Bersugi), Bercelak, Memotong Kuku, Mencukur Kumis, Mencabut Rambut Ketiak, Mencukur Kepala,Bersalam Dari Shalat, Makan, Minum, Berjabatan Tangan, Menjabat Hajar Aswad, Keluar Dari Jamban, Mengambil, Memberi Dan lain- lain Yang Semakna Dengan Itu, Juga Disunnahkan Mendahulukan Anggota Yang Kiri Dalam Hal-hal Yang Sebaliknya Di Atas Seperti Beringus, Berludah Di Sebelah Kiri, Masuk jamban, Keluar Dari Masjid, Melepaskan Sepatu, Terumpah, Celana, Pakaian Serta Bercebok Dan Mengerjakan Apa-apa Yang Dianggap Kotor Dan Yang Serupa Dengan Itu

Posted by Ceros Rino


Nomor: 717

Dari Aisyah رضي الله عنها, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم itu gemar sekali mendahulukan anggota kanannya dalam segala hal yang dilakukan olehnya, baik dalam bersucinya, menyisir rambutnya serta mengenakan terumpahnya." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 718

Dari Aisyah رضي الله عنها juga, katanya: "Tangan Rasulullah صلی الله عليه وسلم yang kanan itu beliau gunakan untuk bersuci dan makan, sedang tangan beliau صلی الله عليه وسلم yang kiri itu untuk sesuatu yang dilakukan dalam jamban - seperti bercebok, mengambil batu dan menghilangkan kotoran - serta apa-apa yang merupakan kotoran - seperti berludah, beringus dan sebagainya."

Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan lain-lainnya dengan isnad shahih.

Nomor: 719

Dari Ummu 'Athiyyah رضي الله عنها bahwasanya Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda kepada kaum wanita dalam memandikan puterinya yakni Zainab - atau Ummu Kultsum di waktu wafatnya - رضي الله عنها: "Dahulukanlah olehmu semua anggota-anggotanya yang bagian kanan serta tempat-tempat berwudhu' daripada tubuhnya itu." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 720

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Apabila seseorang dari engkau semua mengenakan terumpah, maka hendaklah mendahulukan yang kanan dan apabila melepaskannya, maka dahulukanlah yang kiri. Hendaklah yang kanan itu yang pertama di antara kedua kaki yang dikenakan terumpah dan yang terakhir ketika dilepaskan." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 721

Dari Hafshah رضي الله عنها bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم menggunakan anggota kanannya untuk makan, minum dan mengenakan pakaiannya serta menggunakan anggota kirinya untuk yang selain di atas itu." (Riwayat Abu Dawud dan lain-lain)

Nomor: 722

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Apabila engkau semua mengenakan pakaian atau berwudhu', maka dahulukanlah anggota-anggota kananmu."

Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dengan isnad yang shahih.

Nomor: 723

Dari Anas رضي الله عنه bahwasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم datang di Mina, lalu mendatangi jamrah, kemudian melemparnya, terus datang di rumahnya di Mina dan menyembelih kurban. Selanjutnya beliau صلی الله عليه وسلم bcrsabda kepada tukang cukur rambut: "Ambillah - kepala untuk dicukur." Beliau صلی الله عليه وسلم menunjukkan ke bagian sebeiah kanannya kemudian bagian sebeiah kirinya, kemudian diberikan kepada para manusia. (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat lain disebutkan: "Ketika beliau صلی الله عليه وسلم sudah melempar jamrah dan menyembelih kurbannya serta bercukur, beliau memberikan bagian kepala sebeiah kanannya, lalu tukang cukur itu mencukurnya. Kemudian beliau mengundang Abu Thalhah al-Anshari رضي الله عنه lalu memberikan rambutnya itu kepadanya. Seterusnya beliau memberikan bagian kepala sebeiah kirinya dan beliau menyabdakan: "Cukurlah!" Tukang cukur itu mencukurnya, lalu memberikan rambutnya itu kepada Abu Thalhah dan beliau bersabda: "Bagikanlah in! kepada orang banyak."

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 99: Sunnahnya Mendahulukan Anggota Yang Kanan Dalam Segala Sesuatu Yang Termasuk Dalam Bab Memuliakan (Yakni Karena Mulianya Anggota Kanan Itu) Misalnya Ketika Berwudhu', Mandi, Tayammum, Mengenakan Pakaian, Terumpah, Sepatu, Celana, Masuk Masjid, Bersiwak (Bersugi), Bercelak, Memotong Kuku, Mencukur Kumis, Mencabut Rambut Ketiak, Mencukur Kepala,Bersalam Dari Shalat, Makan, Minum, Berjabatan Tangan, Menjabat Hajar Aswad, Keluar Dari Jamban, Mengambil, Memberi Dan lain- lain Yang Semakna Dengan Itu, Juga Disunnahkan Mendahulukan Anggota Yang Kiri Dalam Hal-hal Yang Sebaliknya Di Atas Seperti Beringus, Berludah Di Sebelah Kiri, Masuk jamban, Keluar Dari Masjid, Melepaskan Sepatu, Terumpah, Celana, Pakaian Serta Bercebok Dan Mengerjakan Apa-apa Yang Dianggap Kotor Dan Yang Serupa Dengan Itu

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 97: Istikharah (Mohon Pilihan) Dan Bermusyawarat

Posted by Ceros Rino



Nomor: 714

Dari Jabir رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم mengajarkan kepada kita cara melakukan shalat istikharah - yakni mohon pilihan kepada Allah, mana yang terbaik antara dua perkara atau beberapa perkara - dalam segala macam urusan, sebagaimana beliau صلی الله عليه وسلم mengajarkan surat dari al-Quran. Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Jikalau seseorang dari engkau semua berkehendak pada sesuatu perkara, maka hendaklah bersembahyang dua rakaat yang tidak termasuk shalat fardhu, kemudian ucapkanlah - yang artinya: Ya Allah, saya mohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu dan saya mohon ditakdirkan - untuk mendapatkan yang terbaik antara dua atau beberapa perkara - dengan kekuasaanMu, juga saya mohon kepadaMu akan keutamaanMu yang agung, karena sesungguhnya Engkau adalah Maha Kuasa sedang saya tidak kuasa apa-apa, juga Engkau adalah Maha Mengetahui sedang saya tidak mengetahui dan Engkau adalah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ghaib.

Ya Allah, jikalau Engkau mengetahui bahwa perkara ini memang baik untuk agamaku, kehidupanku dan akibat perkaraku - atau beliau صلی الله عليه وسلم menyabdakan: baik untuk urusanku sekarang dan urusanku di kemudian hari, maka takdirkanlah itu untukku dan permudahkanlah mendapatkannya padaku, selanjutnya berilah keberkahan padaku dalam urusan itu. Tetapi jikalau Engkau mengetahui bahwa perkara ini adalah buruk untuk agamaku, kehidupanku dan akibat perkaraku - atau beliau صلی الله عليه وسلم menyabdakan: baik untuk urusanku sekarang dan urusanku di kemudian hari, maka belokkanlah itu dari diriku dan belokkanlah aku daripadanya, lalu takdirkanlah mana-mana yang baik untukku di mana saja adanya kebaikan itu dan seterusnya berikanlah keridhaan padaku dengan melakukan yang baik tadi."

Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Dan orang yang melakukan istikharah itu supaya menyebutkan apa yang menjadi hajat keperluannya." (Riwayat Bukhari)

More aboutRiyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 97: Istikharah (Mohon Pilihan) Dan Bermusyawarat