Sunan Ad Darimi Kitab Thaharah No: 906 Hari-hari haidh tidak menentu

Posted by Ceros Rino on Sabtu, 20 Juli 2013

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَاعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِعَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ سَأَلْتُ الزُّهْرِيَّعَنْ الرَّجُلِ يَبْتَاعُ الْجَارِيَةَ لَمْ تَبْلُغْ الْمَحِيضَوَلَا تَحْمِلُ مِثْلُهَا بِكَمْ يَسْتَبْرِئُهَا قَالَبِثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ وَقَالَ يَحْيَى بْنُأَبِي كَثِيرٍ بِخَمْسَةٍ وَأَرْبَعِينَيَوْمًا

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Al Mubarak telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Abdul Wahid dari Al 'Auza'i ia berkata: "Aku pernah bertanya kepada Az Zuhri tentang seorang laki-laki yang membeli seorang budak wanita yang belum mengalami masa haid dan tidak hamil, berapa lamakah ia harus menunggunya (bisa ia gauli)?", ia menjawab: "Selama tiga bulan". Dan Yahya bin Abu Katsir berkata: "Ia harus menunggunya selama empat puluh lima hari".