Sunan Ad Darimi Kitab Thaharah No: 890 Hari-hari haidh tidak menentu

Posted by Ceros Rino on Sabtu, 20 Juli 2013



أَخْبَرَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ يَقُولُ كَتَبَتْ امْرَأَةٌ إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ الزُّبَيْرِ
إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَلَاأَطْهُرُ وَإِنِّي أُذَكِّرُكُمَا اللَّهَ إِلَّا أَفْتَيْتُمَانِيوَإِنِّي سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالُواكَانَ عَلِيٌّ يَقُولُ تَغْتَسِلُلِكُلِّ صَلَاةٍ فَقَرَأْتُ وَكَتَبْتُ
الْجَوَابَ بِيَدِي مَا أَجِدُلَهَا إِلَّا مَا قَالَعَلِيٌّ فَقِيلَ إِنَّ الْكُوفَةَأَرْضٌ بَارِدَةٌ فَقَالَ لَوْ شَاءَاللَّهُ لَابْتَلَاهَا بِأَشَدَّ مِنْ ذَلِكَ أَخْبَرَنَاحَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَاحَمَّادٌ عَنْ قَيْسٍ عَنْمُجَاهِدٍ قَالَ قِيلَ لِابْنِعَبَّاسٍ إِنَّ أَرْضَهَا أَرْضٌبَارِدَةٌ فَقَالَ تُؤَخِّرُ الظُّهْرَوَتُعَجِّلُ الْعَصْرَ وَتَغْتَسِلُ غُسْلًا وَتُؤَخِّرُ الْمَغْرِبَوَتُعَجِّلُ الْعِشَاءَ وَتَغْتَسِلُ غُسْلًا وَتَغْتَسِلُ لِلْفَجْرِغُسْلًا

Telah mengabarkan kepada kami Abdus Shamad bin Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr ia berkata: "Aku pernah mendengar Sa'id bin Jubair berkata: 'Ada seorang wanita menulis surat kepada Ibnu Abbas dan Ibnu Az Zubair radliallahu 'anhuma, 'Aku mengalami istihadhah dan tidak segera suci, dan aku ungkapkan hal ini kepada kalian berdua agar kalian memfatwakan kepadaku, sebenarnya aku telah bertanya hal ini, dan mereka menjawab bahwa Ali radliallahu 'anhu berkata: 'Ia harus mandi untuk setiap kali hendak mengerjakan shalat', aku membaca dan menulis jawaban itu dengan tulisan tangan', tidak kudapatkan pendapat lain kecuali seperti apa yang dikatakan oleh Ali radliallahu 'anhu'. Kemudian diberitakan bahwa kota Kufah itu tanah yang sangat dingin. Ibnu Abbas berkata: 'Kalau Allah subhanallahu wa ta'ala menghendaki, niscaya Ali akan menyiksa wanita ini dengan yang lebih dari itu' ". Telah mengabarkan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Hammad dari Qais dari Mujahid ia berkata: "Diberitakan kepada Ibnu Abbas radliallahu 'anhu: 'Tanahnya adalah tanah yang sangat dingin', lalu ia berkata: 'Hendaknya ia mengakhirkan shalat dhuhur dan menyegerakan shalat ashr dengan sekali mandi, ia juga mengakhirkan shalat maghrib dan menyegerakan shalat isya` dengan sekali mandi, dan ia harus mandi untuk shalat subuh' ".